10 Tips Meningkatkan Usability Desain UI/UX
|

10 Tips Meningkatkan Kegunaan (Usability) Desain UI/UX

Pendahuluan

Kenapa Usability Penting Banget, Greeners?
Bayangkan kamu lagi nge-scroll Instagram, tapi tiba-tiba aplikasinya error dan gak bisa dimuat. Panik gak sih? Nah, situasi kayak gitu bisa terjadi kalo desain UI/UXnya gak oke. Usability, atau kemudahan penggunaan, adalah kunci utama biar produkmu gak bikin pengguna frustasi dan kabur.

Desain UI/UX yang baik gak cuma cantik di mata, tapi juga mudah dipahami dan digunakan. Pengguna yang nyaman dan puas sama produkmu bakal jadi pelanggan setia dan nge-recommend ke orang lain. Keren, kan

Pentingnya usability atau kegunaan yang baik dalam suatu produk atau aplikasi tidak bisa diabaikan, terutama karena berdampak langsung pada pengalaman pengguna (UX) yang positif. Bayangkan ketika kamu menggunakan suatu aplikasi atau website yang mudah dinavigasi, intuitif, dan memberikan solusi tanpa hambatan berarti. Itu adalah contoh dari usability yang baik. Bagi para Greeners, ketika kita merasa nyaman dan mudah menggunakan suatu produk atau layanan, itu membuat pengalaman kita menjadi lebih menyenangkan dan efisien. Oleh karena itu, penting bagi pengembang dan desainer untuk memperhatikan usability dalam setiap tahap pengembangan produk atau aplikasi, agar para pengguna dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Bayangkan aja, kalo pengguna seneng sama produkmu, mereka bakal terus balik lagi dan ngerekomendasikannya ke temen-temennya. Loyalitas pengguna yang tinggi kayak gitu gak cuma bikin produkmu laris manis, tapi juga bikin kamu makin terkenal di dunia desain!

picture by: rumahstudio.com

10 Tips Meningkatkan Usability Desain UI/UX

1. Fokus pada Kebutuhan Pengguna

Kunci utama di balik desain UI/UX yang sukses adalah fokus pada kebutuhan pengguna. Artinya, kamu harus memahami target audiencemu dan apa yang mereka butuhkan dari produkmu.

Bayangkan kamu lagi ngeladenin tamu di kafe. Kamu gak bakal asal-asalan ngasih menu, kan? Kamu pasti bakal nanya dulu mereka mau makan apa, alergi apa, dan lagi pengen minum apa. Nah, desain UI/UX juga kayak gitu.

Langkah pertama adalah riset. Cari tahu siapa target penggunamu, apa kebiasaan mereka, dan apa yang mereka harapkan dari produkmu. Gunakan teknik riset kayak wawancara, survei, dan usability testing untuk dapetin data yang akurat.

Setelah kamu tau kebutuhan penggunamu, kamu bisa mendesain UI/UX yang sesuai. Pastikan desainmu mudah dipahami, mudah digunakan, dan sesuai dengan ekspektasi pengguna.

2. Struktur Informasi yang Jelas:

Kunci utama di balik desain UI/UX yang ramah pengguna adalah struktur informasi yang jelas. Artinya, kamu harus mengatur kontenmu secara logis dan mudah dipindai oleh pengguna.

Bayangkan kamu lagi nyari buku di rak perpustakaan. Kalo bukunya ditata rapi dan dikategorikan dengan jelas, kamu pasti gampang ngetemukan yang kamu cari. Nah, desain UI/UX juga kayak gitu.

Langkah pertama adalah mengelompokkan kontenmu berdasarkan kategori atau topik. Gunakan navigasi yang jelas agar pengguna bisa dengan mudah menemukan apa yang mereka cari.

Kedua, gunakan judul dan subjudul yang informatif. Judul yang baik harus jelas, singkat, dan deskriptif, sehingga pengguna tau apa yang mereka lihat sekilas.

Ketiga, gunakan elemen visual seperti heading, bullet points, dan images untuk membantumu menata informasi dengan rapi dan mudah dipahami.

Struktur informasi yang jelas gak cuma bikin desainmu lebih user-friendly, tapi juga membantu pengguna menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan cepat dan mudah.

Ingat, pengguna yang puas adalah kunci utama kesuksesan produkmu. Mereka bakal loyal, terus balik lagi, dan merekomendasikan produkmu ke orang lain.

3. Konsistensi Antar Halaman:

Pernahkah kamu nge-browsing website yang tiap halamannya punya desain dan navigasi yang beda-beda? Atau aplikasi yang tombol “back”-nya beda di tiap menu? Nah, situasi kayak gitu bisa bikin pengguna bingung dan frustasi.

Kunci utama di balik desain UI/UX yang nyaman bagi pengguna adalah konsistensi. Artinya, kamu harus mempertahankan tampilan dan fungsi yang konsisten di seluruh antarmuka.

Bayangkan kamu lagi nyari baju di toko. Kalo semua bajunya di display dengan rapi dan terorganisir, kamu pasti gampang ngeladenin pembeli dan gak bikin mereka bingung. Nah, desain UI/UX juga kayak gitu.

Langkah pertama adalah membuat skema warna dan gaya yang konsisten. Gunakan warna yang sama di seluruh halaman, dan pastikan semua tombol, menu, dan elemen visual lainnya punya gaya yang sama.

Kedua, pertahankan struktur dan navigasi yang konsisten. Pastikan pengguna gak perlu belajar ulang cara navigasi di tiap halaman. Gunakan layout yang sama dan elemen navigasi yang mudah dipahami di seluruh antarmuka.

Ketiga, gunakan elemen visual yang konsisten. Gunakan ikon, ilustrasi, dan foto dengan gaya yang sama untuk menciptakan pengalaman pengguna yang familiar dan nyaman.

Konsistensi antar halaman gak cuma bikin desainmu lebih user-friendly, tapi juga membantu pengguna fokus pada konten dan menyelesaikan tugas mereka dengan mudah.

4. Feedback yang Informatif

usability desain ui/ux
Image by rawpixel.com on Freepik

Feedback Yang Informatif:Pernahkah kamu nge-klik tombol submit di website, tapi gak tau apakah datamu sudah tersimpan atau belum? Atau aplikasi yang gak ngasih notifikasi kalo kamu sudah berhasil menyelesaikan tugas? Nah, situasi kayak gitu bisa bikin pengguna panik dan frustasi.

Kunci utama di balik desain UI/UX yang memuaskan bagi pengguna adalah feedback yang informatif. Artinya, kamu harus memberikan feedback yang jelas kepada pengguna atas tindakan mereka.

Bayangkan kamu lagi ngeladenin pembeli di kasir. Kalo kamu gak ngasih kembalian dan gak bilang berapa total pembayarannya, pembeli pasti bingung dan gak yakin. Nah, desain UI/UX juga kayak gitu.

Langkah pertama adalah memberikan feedback yang jelas setelah pengguna melakukan suatu tindakan. Tampilkan pesan konfirmasi, animasi, atau suara untuk memberitahu pengguna bahwa tindakan mereka telah berhasil.

Kedua, gunakan bahasa yang mudah dipahami. Hindari jargon teknis dan kalimat yang berbelit-belit. Gunakan bahasa yang jelas dan ringkas agar pengguna gak bingung.

Ketiga, berikan feedback yang konsisten. Pastikan semua feedback di seluruh antarmuka punya gaya dan tone yang sama.

Feedback yang informatif gak cuma bikin desainmu lebih user-friendly, tapi juga membantu pengguna merasa aman dan terarah.

5. Minimalisir Beban Kognitif

Pernahkah kamu ngelihat website yang penuh dengan banner, iklan, dan animasi yang ramai? Atau aplikasi yang punya menu dengan banyak pilihan yang bikin bingung? Nah, situasi kayak gitu bisa bikin pengguna stres dan kewalahan.

Kunci utama di balik desain UI/UX yang ringan bagi pengguna adalah minimalisir beban kognitif. Artinya, kamu harus menghindari elemen yang berlebihan dan membuat pengguna bingung.

Bayangkan kamu lagi ngerjain soal matematika yang rumit. Kalo soal itu penuh dengan angka, grafik, dan rumus yang gak jelas, kamu pasti pusing dan gak tau harus mulai darimana. Nah, desain UI/UX juga kayak gitu.

Langkah pertama adalah gunakan layout yang simpel dan fokus pada informasi yang penting. Hindari penggunaan elemen yang berlebihan dan fokus pada apa yang benar-benar dibutuhkan pengguna.

Kedua, gunakan hierarki visual. Gunakan ukuran font, warna, dan penempatan elemen yang berbeda untuk membantumu memandu perhatian pengguna ke informasi yang paling penting.

Ketiga, gunakan whitespace dengan bijak. Berikan ruang kosong yang cukup di antara elemen UI untuk membantu pengguna fokus dan gak merasa terbebani.

Minimalisir beban kognitif gak cuma bikin desainmu lebih user-friendly, tapi juga membantu pengguna fokus pada tugas mereka dan menyelesaikannya dengan mudah.

6. Aksesibilitas untuk Semua Pengguna

Kunci utama di balik desain yang inklusif adalah aksesibilitas untuk semua pengguna. Artinya, kamu harus memastikan bahwa desainmu dapat digunakan oleh semua orang, termasuk pengguna dengan disabilitas.

Bayangkan kamu lagi ngeladenin pembeli di toko. Kalo kamu gak bisa membantu pembeli yang tunanetra atau tunarungu, kamu pasti gak bisa melayani semua orang dan kehilangan banyak pelanggan. Nah, desain UI/UX juga kayak gitu.

Langkah pertama adalah pelajari tentang pedoman aksesibilitas. Ada banyak pedoman dan standar yang bisa kamu ikuti untuk memastikan desainmu mudah diakses oleh semua orang.

Kedua, gunakan ukuran font yang cukup besar dan kontras warna yang baik. Hal ini penting untuk membantu pengguna dengan penglihatan yang lemah atau rabun warna.

Ketiga, sediakan keyboard accessibility. Pastikan pengguna dengan mobilitas terbatas dapat mengontrol aplikasi atau website dengan keyboard.

Keempat, gunakan alt text untuk gambar dan video. Alt text membantu pengguna dengan screen reader memahami konten visual.

Aksesibilitas untuk semua pengguna gak cuma bikin desainmu lebih adil dan inklusif, tapi juga membantu kamu menjangkau lebih banyak orang dan meningkatkan jangkauan produkmu.

 

Baca juga: Mengukur Kesuksesan UX: Metrik Yang Harus Diketahui

 

7. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami

Pernahkah kamu ngelihat website yang penuh dengan jargon teknis dan kalimat yang berbelit-belit? Atau aplikasi yang petunjuknya bikin bingung karena gak ngerti maksudnya? Nah, situasi kayak gitu bisa bikin pengguna frustasi dan gak mau ngelanjutin.

Kunci utama di balik desain UI/UX yang ramah pengguna adalah penggunaan bahasa yang mudah dipahami. Artinya, kamu harus menghindari istilah teknis dan jargon yang membingungkan, dan menggunakan bahasa yang familiar bagi pengguna.

Bayangkan kamu lagi ngasih instruksi ke temanmu yang baru belajar masak. Kalo kamu ngomong pake istilah kuliner yang rumit, pasti dia gak ngerti dan gak bisa masak. Nah, desain UI/UX juga kayak gitu.

Langkah pertama adalah pahami target audiencemu. Cari tahu apa latar belakang pendidikan mereka, apa kebiasaan mereka, dan bagaimana mereka berbicara sehari-hari.

Kedua, gunakan kalimat yang pendek dan jelas. Hindari kalimat yang panjang dan berbelit-belit. Gunakan kalimat yang mudah dibaca dan dipahami.

Ketiga, gunakan kata-kata yang familiar. Hindari jargon teknis dan istilah yang gak umum digunakan. Gunakan kata-kata yang mudah dimengerti oleh semua orang.

Keempat, gunakan tone yang sesuai. Sesuaikan tone bahasa dengan target audiencemu. Apakah mereka lebih suka tone yang formal, informal, atau humoris?

Bahasa yang mudah dipahami gak cuma bikin desainmu lebih user-friendly, tapi juga membantu pengguna memahami konten dengan mudah dan menyelesaikan tugas mereka dengan cepat.

Ingat, pengguna yang puas adalah kunci utama kesuksesan produkmu. Mereka bakal loyal, terus balik lagi, dan merekomendasikan produkmu ke orang lain.

8. Prediksi Kebutuhan Pengguna

usability desain ui/ux
Image by creativeart on Freepik

Kunci utamanya sih, kamu harus siap sedia apa yang mereka mau, kayak superhero yang selalu sigap nolongin orang.

Coba bayangkan kamu lagi nyari baju di mall. Pasti bete banget kan kalo kamu gak nemu yang dicari? Nah, desain UI/UX yang jago itu kayak toko baju yang super lengkap dan rapi. Pengguna gak perlu ribet nyari, tinggal ketik di pencarian, langsung muncul deh baju yang mereka impikan. Atau, pas kamu lagi ngetik, ada fitur autocomplete yang bantu ngasih saran baju yang pas sama seleramu. Keren kan?

Desain yang bisa antisipasi kebutuhan pengguna gak cuma bikin mereka happy, tapi juga membantu mereka menyelesaikan tugas dengan mudah dan cepat. Gimana, tertarik buat desain yang bikin pengguna klepek-klepek? Yuk, ikuti kursus UI/UX Design di Green Academy! Di sana, kamu bakal diajarin cara bikin desain yang gak cuma cantik, tapi juga cerdas dan penuh perhatian sama pengguna.

9. Uji Coba dengan Pengguna Asli

Desain UI/UX yang jempolan gak cuma cantik di layar, tapi juga harus bisa dipakai dengan mudah dan nyaman sama pengguna. Nah, di sinilah pentingnya uji coba dengan pengguna asli. Kamu bisa pake teknik kayak A/B testing, di mana kamu kasih dua versi desain yang berbeda ke pengguna dan lihat mana yang lebih disukai. Atau, kamu bisa langsung ngobrol sama pengguna (user interviews) buat nanya pendapat mereka tentang desainmu.

Dengan uji coba, kamu bisa identifikasi masalah usability yang mungkin gak terduga. Kayak tombol yang susah dipencet, menu yang membingungkan, atau bahasa yang gak dimengerti. Semakin awal kamu tau masalahnya, semakin gampang kamu perbaikin dan ciptakan desain yang sempurna.

Desain yang teruji dengan pengguna asli gak cuma bikin produkmu lebih user-friendly, tapi juga membantu kamu meningkatkan kepuasan pengguna dan mencapai tujuan bisnismu.

10. Selalu Lakukan Iterasi

Pernah kepikiran bikin desain yang sempurna dan gak perlu diubah lagi? Hmmm, maaf harus kasih kabar nih, desain UI/UX gak kayak gitu. Desain yang jago itu kayak masakan lezat yang terus disempurnakan. Gak ada hentinya!

Bayangin kamu lagi belajar masak. Pasti gak langsung jago kan? Harus terus belajar, coba resep baru, dan dengar kritik dari orang lain. Nah, desain UI/UX juga kayak gitu.

Desain yang selalu diiterasi gak cuma bikin produkmu terus berkembang, tapi juga sesuai dengan kebutuhan pengguna yang terus berubah. Kamu bisa analisis hasil testing, dengarkan feedback pengguna, dan lakukan perbaikan pada desain secara bertahap. Semakin sering kamu utak-atik, semakin mantap dan sempurna desainmu.

Desain yang terus diperbaiki gak cuma bikin pengguna semakin puas, tapi juga membantu kamu mencapai tujuan bisnismu dengan lebih efektif.

Gak mau produkmu ketinggalan zaman? Selalu lakukan iterasi pada desainmu!

Ingin Menguasai Usability dan UI/UX Design?

Photo by: Green Academy Indonesia

Pengen bikin desain yang gak cuma cantik, tapi juga mudah dipakai, disukai pengguna, dan mencapai tujuan bisnismu? Saatnya kamu pelajari lebih dalam tentang UI/UX Design!

Di Green Academy, kami punya kursus UI/UX Design yang komprehensif yang bakal ngajarin kamu semua hal yang perlu kamu tau, mulai dari usability testing, user research, sampai pembuatan prototype.

Di sini, kamu bakal belajar:

  • Prinsip-prinsip dasar UI/UX Design
  • Teknik untuk menciptakan desain yang user-friendly
  • Cara melakukan riset pengguna dan pengujian kegunaan
  • Membuat prototype dan mockups yang interaktif
  • Menerapkan desain UI/UX di berbagai platform

Dengan mengikuti kursus ini, kamu akan:

  • Mampu membuat desain yang disukai pengguna
  • Meningkatkan konversi dan ROI produkmu
  • Membangun karir yang sukses di bidang UI/UX Design

Greeners, Udah Paham Rahasia Desain UI/UX yang Jago?

Ingat tips-tips jitu tadi? Yup, bener banget! Usability itu kayak kunci ajaib yang bikin desainmu mantap dan disukai pengguna. Coba terapkan 10 tips di atas, pasti pengguna langsung klepek-klepek sama desainmu.

Bayangin aja:

Desain yang mudah dipahami dan dipakai kayak toko online yang rapi dan intuitif. Pengguna gak perlu ribet nyari, tinggal klik-klik, beres!
Fitur yang sesuai kebutuhan kayak asisten pribadi yang tau apa yang kamu mau. Pengguna gak perlu pusing mikirin cara pakai, tinggal serahkan aja sama desainmu.
Desain yang cantik dan menarik kayak foto makanan yang bikin ngiler. Pengguna langsung jatuh cinta dan gak mau berpaling ke lain hati.
Keren kan?

Tapi, jangan berhenti di situ! Desain UI/UX itu gak cuma soal tips-tips tadi. Masih banyak hal menarik yang bisa kamu pelajari. Yuk, tingkatkan skillmu dengan kursus UI/UX Design di Green Academy. Di sana, kamu bakal diajarin cara bikin desain yang gak cuma jago, tapi juga fleksibel dan siap beradaptasi dengan perubahan.

Siap bikin desain yang bikin pengguna jatuh cinta?

Daftarkan dirimu dengan isi form di bawah ya greeners! Buruan ada kelas trial gtatisnya jugaa, jangan sampe kelewatan. Tempat terbatas!

Ayo, ciptakan desain yang bikin pengguna gak mau pindah ke lain hati..

Dapatkan Penawaran Khusus Disc. hingga 50%

raih profesi impianmu bersama
Green Academy

ISI FORM DI BAWAH UNTUK

COBA KELAS GRATIS

    Similar Posts

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *