|

10 Kesalahan Umum yang Dilakukan Web Developer Pemula (Dan Cara Menghindarinya)

Hayo Greeners, Udah Siap Jadi Web Developer Jagoan?

web developer
Image by Freepik

Hei Greeners, siapa di sini yang bercita-cita menjadi web developer handal? Pasti seru ya, bisa menciptakan website keren dan bermanfaat bagi banyak orang. Tapi, tahukah kalian kalau ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan web developer pemula? Nah, di artikel ini, kita akan membahas 10 kesalahan tersebut dan bagaimana cara menghindarinya.

So, buat kalian yang ingin memulai karir sebagai web developer, atau ingin meningkatkan kemampuan coding kalian, yuk simak artikel ini sampai habis! Dijamin, kalian akan mendapatkan banyak tips dan trik bermanfaat untuk menjadi web developer yang jagoan!

1. Kesalahan Mempelajari Terlalu Banyak Bahasa Pemrograman Sekaligus

Hei para Greeners! Pernah gak sih kalian pengen belajar web development tapi bingung harus mulai dari mana? Atau malah udah mulai belajar tapi merasa terhambat dan gak berkembang? Nah, salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh web developer pemula adalah mempelajari terlalu banyak bahasa pemrograman sekaligus.

Emang sih, banyak bahasa pemrograman yang keren-keren dan menjanjikan. Tapi, kalau kalian masih pemula, fokuslah pada satu bahasa pemrograman terlebih dahulu. Ibarat belajar bahasa asing, kalian gak mungkin bisa menguasai bahasa Inggris, Perancis, dan Jepang dalam waktu singkat. Mending fokus pada satu bahasa dulu, pahami konsepnya dengan baik, baru kemudian belajar bahasa lain.

Lalu, bahasa pemrograman apa yang cocok untuk pemula? Ada beberapa pilihan yang bisa kalian pertimbangkan, seperti:

  • HTML dan CSS: Ini adalah bahasa dasar untuk membangun website. HTML digunakan untuk struktur website, sedangkan CSS digunakan untuk desain dan tampilan website.
  • JavaScript: Bahasa pemrograman yang membuat website lebih interaktif dan dinamis.
  • Python: Bahasa pemrograman yang serbaguna dan mudah dipelajari. Cocok untuk berbagai macam aplikasi, seperti web development, data science, dan machine learning.

Tips:

  • Pilih bahasa pemrograman yang sesuai dengan minat dan tujuan kalian.
  • Mulai dengan tutorial online atau kursus web development di Green Academy.
  • Berlatihlah secara rutin dan jangan mudah menyerah.

Ingatlah, belajar web development membutuhkan waktu dan dedikasi. Jangan terburu-buru dan fokuslah pada prosesnya. Percayalah, dengan usaha dan ketekunan, kalian pasti bisa menjadi web developer yang handal!

2. Jangan Abaikan Fondasi HTML dan CSS, Greeners!

HTML dan CSS ibarat fondasi dalam membangun sebuah rumah. Bayangkan, kalau fondasinya rapuh, gimana rumah mau berdiri kokoh? Sama halnya dengan website. Tanpa HTML dan CSS yang kuat, website kalian bisa jadi berantakan, error, dan bahkan tidak bisa diakses.

Beberapa contoh masalah yang muncul akibat mengabaikan HTML dan CSS:

  • Website tidak responsif: Website kalian tidak akan terlihat bagus di berbagai perangkat, seperti smartphone dan tablet.
  • Tata letak website kacau: Tulisan dan gambar di website kalian akan berantakan dan tidak sedap dipandang.
  • Website tidak kompatibel dengan browser modern: Website kalian mungkin tidak bisa diakses di browser terbaru.

Seram kan, Greeners? Nah, daripada pusing menghadapi masalah-masalah tersebut, yuk pelajari HTML dan CSS dengan baik. Ada banyak sumber belajar yang bisa kalian akses, seperti:

  • W3Schools: Website ini menyediakan tutorial HTML dan CSS yang lengkap dan mudah dipahami.
  • MDN Web Docs: Dokumentasi resmi dari Mozilla Developer Network ini menyediakan informasi detail tentang HTML dan CSS.
  • Buku dan kursus online: Ada banyak buku dan kursus online yang bisa membantu kalian mempelajari HTML dan CSS.

Ingat, Greeners, HTML dan CSS adalah kunci untuk membangun website yang kokoh dan profesional. Jadi, jangan abaikan fondasi ini dan mulailah belajar dengan tekun!

3. Asah Skill Web Development dengan Praktik!

Hayo, Greeners, udah belajar banyak tentang web development? Jangan lupa, ilmu tanpa praktik bagaikan pisau tanpa mata. Biar skill makin jago, yuk rajin praktik!

Gak usah muluk-muluk, Greeners bisa mulai dari proyek kecil. Coba bikin website portofolio sederhana, landing page, atau web statis untuk tugas sekolah. Dari situ, Greeners belajar gimana menerapkan teori yang udah dipelajari.

Terus, jangan ragu untuk keluar dari zona nyaman. Cari proyek freelance, ikuti hackathon, atau ajak teman buat project bareng. Semakin banyak tantangan yang dihadapi, semakin terasah kemampuan Greeners.

Ingat, Greeners, skill web development gak datang tiba-tiba. Teruslah berlatih dan praktik. Percayalah, kerja keras gak akan mengkhianati hasil!

4. Menyalin Kode: Jalan Pintas yang Berbahaya

kursus web developer
Image by Freepik

Greeners, pernahkah kalian tergoda untuk menyalin kode dari internet untuk menyelesaikan project web development kalian?

Eits, tunggu dulu! Menyalin kode tanpa memahami fungsinya bagaikan menelan pil ajaib tanpa resep dokter. Memang terlihat mudah dan cepat, tapi bahayanya bisa berefek jangka panjang loh!

Bayangkan jika kalian menyalin kode yang penuh bug atau celah keamanan. Website kalian bisa jadi error, crash, bahkan mudah diretas! Belum lagi, kalian tidak akan belajar apa-apa dan skill coding kalian tidak akan berkembang.

Ingat, web development bukan tentang copy-paste, tapi tentang memahami logika dan konsep di balik kode. Saat kalian memahami kodenya, kalian bisa dengan mudah memodifikasi, mengoptimalkan, dan bahkan troubleshoot masalah yang muncul.

Jadi, daripada asal menyalin kode, lebih baik luangkan waktu untuk belajar dan memahami konsepnya. Ada banyak sumber belajar online dan offline yang bisa kalian manfaatkan. Jangan ragu untuk mencoba, berlatih, dan bertanya jika kalian menemui kesulitan.

Ingat, Greeners, skill coding yang baik membutuhkan waktu dan dedikasi. Jangan terlena dengan jalan pintas yang berbahaya.

5. Jangan Sampai Website Berantakan! Pentingnya Pengujian dan QA

Hayo, siapa di sini yang langsung semangat nge-code setelah belajar HTML, CSS, dan JavaScript? Eits, tunggu dulu! Jangan sampai website yang kamu bangun amburadul karena melewatkan dua langkah penting: pengujian dan Quality Assurance (QA).

Kenapa sih pengujian dan QA itu penting?

Bayangkan kamu membangun sebuah rumah. Pasti kamu ingin memastikan semua strukturnya kokoh, kan? Nah, website juga sama. Pengujian dan QA membantu kamu memastikan website-mu bebas error, fungsional, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.

Jenis-jenis pengujian apa saja yang perlu dilakukan?

Ada beberapa jenis pengujian yang bisa kamu lakukan, seperti:

  • Unit testing: untuk memastikan setiap bagian kode kamu berfungsi dengan baik.
  • Integration testing: untuk memastikan semua bagian kode kamu terintegrasi dengan baik.
  • Functional testing: untuk memastikan semua fitur website kamu berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
  • User acceptance testing: untuk memastikan website kamu mudah digunakan dan memberikan pengalaman yang baik bagi pengguna.

Gimana sih cara melakukan pengujian dan QA?

Tenang, banyak tools dan framework yang bisa membantumu, seperti:

  • Selenium: untuk melakukan automated testing.
  • Jest: untuk melakukan unit testing.
  • Cypress: untuk melakukan end-to-end testing.
  • Postman: untuk melakukan API testing.

Pengujian dan QA bukan hanya untuk website besar dan kompleks. Website sederhana pun perlu diuji dan dipastikan kualitasnya. Dengan melakukan pengujian dan QA, kamu bisa membangun website yang handal dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.

6. Jangan Sampai Ketinggalan Zaman!

Dunia web development bergerak super cepat, lho! Kayak fashion, tren dan teknologinya selalu berubah. Nah, sebagai web developer, penting banget nih buat kamu mengikuti perkembangan terbaru.

Kenapa sih harus update?

Gampang! Bayangin aja kalau kamu masih pakai teknologi lama, website yang kamu buat bisa jadi ketinggalan zaman dan gak menarik. Pengunjung website juga bisa kabur karena pengalamannya gak optimal.

Terus, gimana caranya biar gak ketinggalan?

Tenang, Greeners! Ada banyak cara kok. Kamu bisa:

  • Baca blog dan artikel tentang web development. Ada banyak banget blog dan website yang membahas tentang teknologi terbaru, tips dan trik, dan contoh-contoh project menarik.
  • Ikut newsletter dan mailing list dari perusahaan teknologi. Biasanya mereka sering ngasih info tentang update terbaru dan event-event menarik.
  • Nonton video tutorial di Youtube. Ada banyak banget video tutorial yang bisa ngajarin kamu tentang berbagai macam teknologi web development.
  • Ikut komunitas web developer. Di komunitas, kamu bisa bertukar informasi dan belajar dari web developer lain.

Teknologi web development selalu berkembang. Kalau kamu gak mau ketinggalan zaman, kamu harus terus belajar dan update.

7. Jangan Lupakan Desain dan UX!

web development
Image by rawpixel.com on Freepik

Website bukan cuma soal coding dan fungsionalitas. Desain dan User Experience (UX) juga sama pentingnya lho, Greeners! Bayangkan website yang super canggih tapi tampilannya membingungkan atau tombolnya sulit ditekan. Pasti bikin pengunjung frustasi dan kabur deh.

Desain dan UX yang baik akan membuat website kamu menarik, mudah digunakan, dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung. Contohnya, penggunaan warna yang kontras, navigasi yang jelas, dan tata letak yang rapi akan membantu pengunjung menemukan informasi yang mereka cari dengan mudah.

Banyak lho sumber belajar yang bisa kamu akses untuk meningkatkan desain dan UX website. Ada artikel, video tutorial, online course, bahkan workshop yang bisa kamu ikuti. Greeners bisa mulai dengan mempelajari prinsip-prinsip dasar desain seperti tipografi, warna, dan layout.

Ingat, website yang indah dan user-friendly akan memberikan kesan positif bagi pengunjung dan meningkatkan kredibilitas website kamu. Jadi, jangan abaikan desain dan UX ya, Greeners!

Tips:

  • Gunakan website seperti Canva atau Figma untuk membantu kamu membuat desain yang menarik.
  • Lakukan riset terhadap website-website lain di bidang yang sama untuk mendapatkan inspirasi.
  • Selalu tes dan perbaiki website kamu berdasarkan feedback dari pengunjung.

 

Baca Juga: 6 Tren UI UX 2024 Yang Harus Cepat Diadaptasi!

8. Kode Berantakan? No Way!

Sebagai Greeners yang baru belajar coding, wajar sih kalau kodenya masih acak-acakan. Tapi, tahukah kamu bahwa dokumentasi dan komentar yang baik bisa bikin kodenya jadi lebih rapi dan mudah dipahami?

Bayangkan kamu sedang mengerjakan proyek besar bersama teman-temanmu. Kalian semua menulis kode, tapi tidak ada yang memberi penjelasan. Pasti bakalan bingung, kan? Nah, dokumentasi dan komentar ibarat penjelas yang membantu kamu dan orang lain memahami isi kode.

Dokumentasi itu seperti buku panduan. Di sini, kamu bisa menjelaskan tujuan program, struktur kode, dan cara kerjanya.

Contohnya:

Python
# Ini adalah fungsi untuk menghitung luas persegi
def luas_persegi(sisi):
    """
    Fungsi ini menghitung luas persegi dengan rumus sisi^2.

    Args:
        sisi (int): Panjang sisi persegi.

    Returns:
        int: Luas persegi.
    """

    luas = sisi ** 2
    return luas

# Menjalankan fungsi dengan sisi 5
luas = luas_persegi(5)

# Mencetak hasil
print(f"Luas persegi dengan sisi 5 adalah {luas}")

Lihat contoh di atas? Kodenya jadi lebih mudah dipahami, bukan? Dengan dokumentasi dan komentar, kamu dan orang lain bisa dengan mudah memahami apa yang dilakukan program, tanpa harus menebak-nebak.

Manfaat lainnya:

  • Memudahkan kolaborasi: Saat bekerja sama dengan tim, dokumentasi dan komentar membantu semua orang memahami kode dan perannya masing-masing.
  • Mempermudah pengembangan di masa depan: Ketika kamu ingin menambahkan fitur baru atau memperbaiki bug, dokumentasi dan komentar membantu kamu memahami kode lama dan melakukan perubahan yang diperlukan.
  • Meningkatkan profesionalitas: Kode yang terdokumentasi dengan baik menunjukkan bahwa kamu adalah programmer yang profesional dan teliti.

Yuk, mulai biasakan diri menulis dokumentasi dan komentar pada kodemu! Hal ini akan membantumu menjadi programmer yang lebih baik dan memudahkan pekerjaanmu di masa depan.

Ingin belajar lebih lanjut tentang dokumentasi dan komentar? Ikuti kelas web developer di Green Academy! Di sana, kamu akan belajar cara menulis kode yang rapi, profesional, dan mudah dipahami.

9. Terburu-buru Meluncurkan Website

Hayo, siapa di sini yang udah gak sabar pengen pamer website buatan sendiri ke seluruh dunia? Eits, tunggu dulu! Jangan sampai kamu terburu-buru meluncurkan website yang belum siap, Greeners.

Bayangin deh, kamu udah ngabisin waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari, untuk ngoding dan desain website. Tapi, pas website udah live, ternyata banyak error dan bug yang bikin user frustasi. Malah, website kamu jadi gak terlihat profesional dan bisa ningkatin bounce rate. Duh, gak mau kan?

Itulah kenapa penting banget untuk melakukan pengujian dan Quality Assurance (QA) sebelum meluncurkan website. Pastikan semua fitur website berfungsi dengan baik, desainnya responsive di berbagai perangkat, dan kontennya informatif serta menarik.

Tips Menentukan Waktu Peluncuran yang Tepat:

  • Lakukan testing menyeluruh: Pastikan semua fitur dan fungsi website berjalan dengan lancar.
  • Minta feedback dari orang lain: Mintalah teman, keluarga, atau kolega untuk mencoba website kamu dan berikan masukan mereka.
  • Perbaiki semua error dan bug: Jangan abaikan error sekecil apapun, karena bisa berakibat fatal.
  • Pastikan website kamu mobile-friendly: Saat ini, mayoritas pengguna internet mengakses website melalui perangkat mobile.
  • Buat konten yang berkualitas: Konten yang menarik dan informatif akan membuat user betah berlama-lama di website kamu.

Ingat, Greeners, website adalah representasi dari diri kamu dan brand kamu. Jadi, pastikan website kamu memberikan kesan pertama yang baik kepada pengunjung.

Jangan terburu-buru, luangkan waktu untuk memastikan website kamu siap sebelum diluncurkan. Percayalah, hasilnya akan jauh lebih memuaskan!

10. Jangan Terjebak Sendirian, Greeners!

kursus coding untuk menjadi programmer
Photo by; Green Academy Indonesia

Sebagai web developer pemula, wajar kok kalau kamu merasa terjebak dan sendirian. Banyak hal baru yang perlu dipelajari dan rintangan yang harus dihadapi. Tapi jangan khawatir, Greeners! Kamu tidak perlu melalui ini sendirian.

Banyak komunitas web developer yang siap membantu dan menyambut kamu dengan tangan terbuka. Di sana, kamu bisa berkolaborasi, belajar dari web developer lain, dan berbagi pengalaman. Ada banyak platform dan forum online yang bisa kamu ikuti, seperti Stack Overflow, GitHub, dan Reddit.

Mencari mentor atau partner juga bisa menjadi pilihan yang tepat. Mereka bisa membimbing kamu, memberikan saran, dan membantu menyelesaikan masalah. Di Green Academy sendiri, kamu akan mendapatkan akses ke komunitas web developer yang solid dan supportive.

Ingat, Greeners, bekerja sama dan saling membantu adalah kunci untuk menjadi web developer yang sukses. Jangan ragu untuk keluar dari zona nyaman dan terhubung dengan sesama web developer. Kamu akan menemukan banyak teman, mentor, dan partner yang siap membantu kamu mencapai tujuanmu.

Kesimpulan

Gimana, Greeners? Udah siap buat jadi web developer handal? Jangan lupa hindari 10 kesalahan umum di atas ya, biar perjalananmu makin mulus. Inget, membangun website yang keren dan fungsional butuh waktu dan dedikasi. Tapi jangan khawatir, Green Academy siap membantu!

Yuk, ikutan kelas web developer di Green Academy!

Di kelas ini, kamu akan belajar semua yang perlu kamu ketahui untuk menjadi web developer profesional. Mulai dari dasar-dasar HTML dan CSS, JavaScript, sampai framework populer seperti ReactJS dan Laravel.

Nggak cuma teori, kamu juga bakal banyak praktik! Green Academy menyediakan project-project real-world yang akan mengasah kemampuanmu dan membantumu membangun portfolio yang menarik.

Tunggu apa lagi? Buruan daftar kelas web developer di Green Academy!

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *